26 Tahun PT BKS, Nidya Listiyono Bidik Sumber PAD Baru dan Perluas Bisnis
SAMARINDA – Memasuki usia ke-26 tahun, PT Bara Kaltim Sejahtera (Perseroda) mulai memasuki fase baru pengembangan perusahaan. Transformasi badan hukum, perubahan identitas, hingga perluasan lini usaha menjadi bagian dari strategi perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperbesar kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bara Kaltim Sejahtera (Perseroda), Nidya Listiyono, S.E., M.E., dalam syukuran HUT ke-26 PT BKS di Decafe Resto, Jalan Timur No. 130, Pelabuhan, Samarinda, Senin (31/8/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema “26 Tahun Bara Kaltim: Bertransformasi, Bersinergi, Membangun Kalimantan Timur Sejahtera.”
Menurut Nidya, usia 26 tahun bukan sekadar penanda perjalanan perusahaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat perubahan yang sedang dilakukan PT BKS. Transformasi tersebut mencakup aspek kelembagaan, identitas perusahaan, budaya kerja, hingga arah pengembangan bisnis.
“Ulang tahun Bara Kaltim yang ke-26 ini kita mengusung tema transformasi. Kita ingin perusahaan hari ini dengan logo baru, semangat baru, dan spirit baru bisa terus berkembang,” ujar Nidya.
PT BKS didirikan pada 31 Agustus 2000 berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 04 Tahun 2000. Dalam perjalanannya, status perusahaan mengalami perubahan dari Perusahaan Daerah (Perusda) menjadi Perseroan Terbatas (PT) atau Perseroda.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan agar lebih profesional, efisien, transparan, serta mampu beradaptasi dengan dinamika dunia usaha.
Transformasi identitas juga ditandai dengan penggunaan logo baru yang diluncurkan pada 2025 saat PT BKS memasuki usia ke-25 tahun.
Nidya menjelaskan, logo baru tersebut tidak hanya menjadi identitas visual perusahaan, tetapi juga membawa filosofi yang berkaitan dengan karakter dan potensi Kalimantan Timur.
Salah satu unsur dalam logo menggambarkan aliran sungai yang dikaitkan dengan kekayaan sumber daya alam serta potensi daerah. Warna merah dimaknai sebagai keberanian, sedangkan warna biru menggambarkan sumber daya yang melimpah.
“Di logo itu ada aliran sungai yang kemudian kita kaitkan dengan kekayaan sumber daya alam. Ada beberapa makna di dalamnya. Warna merah menggambarkan keberanian, sementara warna biru berkaitan dengan sumber daya kita yang melimpah dan luar biasa,” jelasnya.
Bidik Sumber Pendapatan Baru
Memasuki tahun ke-26, PT BKS tidak ingin hanya mengandalkan sumber pendapatan yang selama ini menjadi penopang perusahaan.
Nidya mengatakan, perusahaan tengah mendorong pencarian sumber-sumber pendapatan baru yang diharapkan dapat memperkuat kinerja sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap PAD Kaltim.
“Kita berharap ke depan bisa menambah sumber-sumber PAD lain, selain yang selama ini menjadi sumber pendapatan perusahaan. Jadi kita ingin terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar kepada Kalimantan Timur,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, PT BKS membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memperluas ruang bisnis sekaligus menciptakan peluang investasi baru.
Kerja sama dengan perusahaan lain, termasuk badan usaha milik negara (BUMN) maupun BUMD, menjadi salah satu strategi yang tengah didorong.
Salah satu langkah yang telah ditempuh adalah menjalin kesepakatan dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) untuk mengembangkan peluang bisnis baru.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka ruang usaha yang lebih luas bagi PT BKS, sekaligus memberikan dampak ekonomi melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Dorong Kemandirian Perusahaan
Selain memperluas jaringan kerja sama, PT BKS juga berupaya meningkatkan kemandirian finansial perusahaan dengan mengoptimalkan modal internal.
Pengembangan usaha diarahkan pada sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang pertumbuhan, di antaranya bidang logistik, penjualan, serta sektor-sektor yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan dan kebutuhan industri.
Strategi tersebut diharapkan dapat membuat perusahaan semakin produktif dan tidak terus bergantung pada tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Bagi Nidya, penguatan bisnis menjadi penting agar status PT BKS sebagai perusahaan daerah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah.
Karena itu, transformasi perusahaan tidak hanya diarahkan pada perubahan administrasi maupun identitas, tetapi harus menghasilkan peningkatan kinerja dan kontribusi nyata.
Perkuat Sinergi
Nidya menilai keberhasilan transformasi PT BKS tidak dapat dilakukan sendiri. Dukungan pemerintah daerah, DPRD, BUMD, perbankan, mitra usaha, hingga media dibutuhkan untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat.
Hal tersebut juga tercermin dalam peringatan HUT ke-26 PT BKS yang dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Kaltim, Komisi II DPRD Kaltim, BUMD, perbankan, mitra kerja, serta media.
“Kita mengundang teman-teman BUMD, perwakilan wartawan dan media, perbankan, serta rekan-rekan kita. Pemerintah provinsi juga kita undang. Ini menjadi forum untuk bersilaturahmi sekaligus mengucapkan syukur atas perkembangan Bara Kaltim sampai saat ini,” ungkapnya.
Peringatan HUT tersebut berlangsung sederhana dengan rangkaian doa bersama, pemotongan nasi tumpeng, dan kegiatan sosial bersama anak-anak Panti Asuhan Kolbun Salim.
Sekitar 20 anak dari panti asuhan tersebut hadir dalam kegiatan dan menerima bantuan sebagai bagian dari kepedulian sosial perusahaan.
Nidya mengatakan, kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan PT BKS selama 26 tahun sekaligus upaya perusahaan untuk tetap memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Ini bagian dari rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perkembangan Bara Kaltim saat ini dan ke depan. Kita juga ingin berbagi dengan anak-anak panti asuhan,” tuturnya.
Ia menyebutkan, perayaan HUT tahun ini memang dikemas lebih sederhana dibandingkan kegiatan sebelumnya. Namun, menurutnya, substansi peringatan tetap diarahkan pada evaluasi perjalanan perusahaan, memperkuat kebersamaan, serta membangun sinergi untuk menghadapi tantangan bisnis ke depan.
Dengan memasuki fase baru perusahaan, Nidya berharap PT BKS dapat semakin profesional, adaptif, dan mampu memperluas portofolio bisnis.
Target akhirnya, kata dia, bukan hanya membuat perusahaan semakin berkembang, tetapi juga meningkatkan manfaat keberadaan BUMD tersebut bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Mohon doa dan dukungan dari semua pihak supaya Bara Kaltim bisa lebih maju, lebih berkembang, dan semakin mampu menambah PAD untuk Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Penulis: Nicko