Bukan Sekadar Teori, Yoce Minta Relawan Siap Bertindak Saat Kondisi Darurat

Kota Samarinda 01 Sep 2026 05:02 3 min read 11 views By Nicko
Bukan Sekadar Teori, Yoce Minta Relawan Siap Bertindak Saat Kondisi Darurat
Pelatihan P3K PSI Samarinda membekali sekitar 40 peserta dengan keterampilan menghadapi kondisi darurat. Yoce Tallisa menilai kemampuan pertolongan awal penting sebelum tenaga medis tiba.

SAMARINDA – Ketika kecelakaan terjadi, beberapa menit pertama bisa menjadi masa yang menentukan. Sebelum ambulans datang atau tenaga medis tiba di lokasi, pertolongan dari orang-orang di sekitar korban menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Kesadaran inilah yang ingin dibangun Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Samarinda melalui pelatihan dan penyegaran pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Kegiatan berlangsung di Sekretariat DPD PSI Samarinda, Jalan Perjuangan, Senin (31/8/2026), dan diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai unsur.

Wakil Ketua DPD PSI Samarinda, Yoce Tallisa, mengatakan kemampuan pertolongan pertama seharusnya tidak hanya menjadi pengetahuan tenaga medis.

Relawan hingga masyarakat umum, menurutnya, juga perlu memiliki bekal dasar untuk menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan segera.

"Kecelakaan ataupun kondisi darurat dapat terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja," kata Yoce saat membuka kegiatan.

Ia menilai masyarakat sering kali berada dalam posisi paling dekat dengan korban ketika sebuah kejadian terjadi. Namun, niat untuk membantu harus disertai pengetahuan agar tindakan yang diberikan tidak justru menimbulkan risiko tambahan bagi korban.

Karena itu, pelatihan P3K dinilai menjadi ruang penting untuk mengenalkan tindakan awal yang dapat dilakukan sebelum korban memperoleh penanganan dari tenaga kesehatan.

"Oleh karena itu, pelatihan ini sangat penting," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya duduk menerima materi. Mereka juga mendapatkan pembekalan melalui praktik sehingga dapat memahami bagaimana menghadapi kondisi darurat secara langsung.

Materi yang diberikan mencakup penanganan luka dan perdarahan, dugaan patah tulang serta bantuan hidup dasar.

Yoce meminta peserta serius mengikuti setiap tahapan pelatihan. Ia menekankan pentingnya keberanian bertanya dan mempraktikkan materi yang diberikan.

"Saya berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat, serius, aktif berdiskusi, serta mempraktikkan materi yang diberikan," ucapnya.

Peserta pelatihan berasal dari beragam latar belakang. Selain pengurus dan anggota PSI, kegiatan tersebut melibatkan relawan ambulans, tim medis, komunitas kemanusiaan serta masyarakat umum.

Pelibatan berbagai unsur tersebut dinilai dapat memperluas kemampuan sumber daya manusia yang bergerak dalam pelayanan sosial di Kota Samarinda.

DPD PSI Samarinda menghadirkan praktisi pertolongan pertama, Hermansyah, sebagai pemateri. Sementara kegiatan dipandu Agus Sugianto dari Relawan Ambulans PSI.

Yoce berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti ketika pelatihan selesai. Menurutnya, kemampuan tersebut dapat sewaktu-waktu dibutuhkan, baik ketika peserta menjalankan tugas sebagai relawan maupun saat berada di tengah masyarakat.

"Ilmu yang diperoleh hari ini akan sangat berharga dan bisa menjadi pertolongan bagi sesama saat kondisi mendesak," katanya.

Pelatihan tersebut juga tidak terlepas dari aktivitas pelayanan ambulans gratis yang dijalankan DPD PSI Samarinda.

Keberadaan relawan yang memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama diharapkan dapat memperkuat respons awal ketika ambulans memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi Yoce, kesiapan menghadapi kondisi darurat bukan hanya soal seberapa cepat bantuan datang. Pengetahuan orang yang berada di lokasi kejadian juga menjadi bagian penting dalam memberikan pertolongan pada saat-saat awal.

"Harapannya, apa yang dipelajari hari ini benar-benar bisa digunakan untuk membantu sesama ketika dibutuhkan," pungkasnya.

Chat with us on WhatsApp